Tak jarang yang meragukan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru. Guru makin disoroti karena kinerjanya. Bukan karena prestasinya, namun cenderung pada kekurangsiapannya beradaptasi dengan perubahan. Kita tahu, pandemi covid-19 telah menjadikan guru lebih gait dan aktif. Guru tak perlu bermanja-manja dan ayem pada zona nyamannya. Di saat pandemi, pembelajaran pun harus berjalan. Lalul, apa yang harus dilakukan guru?
Banyak hal yang bisa dilakukan guru, mulai dari perencanaan(planing), pelaksanaan(actuating), hingga evaluasi. Nah, bukan pekerjaan mudah untuk melakukan tahapan tersebut. Tak sedikit guru yang keteteran saat pemebelajaran berubah seratus persen. Pola konvensional yang selama ini dilakukan, harus berubah ke pola modern dengan sistem daring.Baik full daring maupun hibrid. Guru harus berlari, karena hari kemarin siswa sudah ada di dunia maya, sedangkan guru masih berada di dunia nyata. Siswa kita sudah berada di 2 dunia yaitu dunia nyata dan maya.
Persiapan pembelajaran perlu dilakukan dari mulai perencanaan dan analisis KI/KD termasuk mencari materi esensial. Kebijakan Kememendikbud bisa dijadikan rujukan. Namun pengembangannnya bergantung para guru di lapangan. Ada kurikulum yang mandiri dikembangkan sekolah , ada juga kurikulum terbatas yang siapkan pemerintah. Di sinilah gerakan guru merdeka belajar dimulai. Kita mau ambil di bagian mana?
next....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar