Belajar di tengah corona ternyata bukan pekerjaan mudah?Mengapa?Iya pasalnya banyak hal yang harus disiapkan. Belum lagi gurunya, apakah sudah siap apa belum. Siswanya di rumah apkaah juga sudah memiliki peralatan vicon yang memadai?Bahkan sampai kuota untuk daring.
Persoalan tersebut mengiringi kebijakan saat ini. Mau tidak mau, guru dan siswa melakukan hal tersebut. Bisa disebut "latah digital". ini memaksa guru untuk menerapkan TIK dalam situasi pembelajaran jarak jauh.
Hanya saja, kendatipun kita berada pada situasi corona, sebenarnya pembelajaran jarak jauh bisa saja dilakukan oleh siapapun. Apalagi guru yang menjadi tugas pokoknya. Nah ada 4 emat pilar yang harus hadir saat kita melakukan pembelajaran jarak jauh(PJJ),
pertama kelas virtual, guru harus menyiapkan kelas virtual sehingga bukan sekadar "cuap-cuap" dari jauh, Memang kita tidak tatap muka langsung. Hanya untuk kelas virtual memang idealnya da.Misalnya mau menggunakna google class room, Quiperschool, Ruang guru maupun Rumah Belajar milik kemendikbu.
Berikutnya yang harus hadir dalam pembelajaran jarak jauh yaitu vicon. Video confrence ini menjadi digandrungi guru. Guru dipaksakan pada kondisi demikian sehingga saat ini banyak yang melakukannya. Vicon menjadi salah satu bagian untuk menggantikan tatap muka langsung d kelas.
Ketiga, materi digital. Guru harus menyiapkan materi untuk dishare ke siswa. Melalui share screen tersebut, presentasi guru di kelas bisa digantikan melalui materi tersebut.
Terakhir, evaluasi. Evaluasi dapat dilakukan melalui beragam bentuk. MIsalnya menggunakan kuis. Kuis online saat ini cukup banyak. Misalnya quizziz, dan kahoot, bahkan ada jenis yang lain.
Kesimpulannya, guru harus menyiapkan keempat hal tersebut, agar PJJ dapat berjalan dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar