Burhan, dengan gontai berjalan di kegelapan. Malam Minggu itum Burhan tidak pulang rumah. Bajunya lusuh, rambutnya acak-cakaan. Nanar matanya, sesekali mulutnya menggerutu. Bau alkohol tercium sangat jelas. Burhan, semalam diusir Narti. Istrinya sudah habis kesabarannya. Hampir saban malam, Burhan pulang larut dengan kondisi mabuk. Narti sudah mencoba bertahan dengan kondisi seperti itu. Alih-alih berhenti mabuk, Burhan acap kali marah dan membanting perabot rumah. Bahkan di depan anak-anaknya.
"Hem...Burhan. Kenapa lagi dia?Pasti habis mabok lagi."Ucap Tarto tetangganya.
Tarto penasaran. Ia kemudian membuntuti di belakang Burhan dengan jarak sekitar sepuluh meter. Meski cukup jauh, bau alkohol Burhan masih menyengat. Burhan dulu seorang pemuda yang cukup pintar. Saat sekolah dia juara 1 di kelas,bahkan saat kuliah. Perubahan pada Burhan mulai tampak saat ia gagal menikah dengan Shella. Shella pacar Burhan saat kuliah. Tapi, kenyataan berbeda. Shela harus melanjutkan kuliah S2 di Jerman. Sepulang dari Jerman, Shela dikabarkan menikah dengan lelaki pujaannya.
Untuk menghilangkan kegalauannya, ia menikah dengan Narti atas saran kedua orangtuanya. Tak berapa lama, pernikahan Burhan dengan Narti dikarunai anak laki-laki.
"Hai Burhan. Mau ke mana?Rumahmu ke sana.!"Teriak Tarto sambil tangannya melambai ke arah Burhan.
Burhan yang dalam kondisi setengah sadar pun terus berjalan gontai. Sesekali ia berhenti duduk, lalu jalan lagi.
Shela, oh Shela,kau di mana kau sekarang?"Ucap Burhan.
"Hai, kau ngelantur. Shela ga ada Burhan. Istrimu d rumah tuh nungguin kamu. "Ucap Tarto.
"Ada, Siapa kau?Hei. Kau suami Shela?Aku bunuh kau. Aku bunuh kau...'!'Teriak Burhan kepada Tarto
Tarto kemudian menjauh dari Burhan. Ia mengamati sekitar. Tampak orang-orang melihat Burhan. Bahkan beberapa anak kecil meneriaki Burhan orang gila.
"Orang gila-orang gila..."Teriak anak-anak.
"Burhan, Sadar. Pulanglah kau. Istrimu nunggu."Ucap Tarto
'Ah, istriku Shela.Ah, mana Shela?"Tanya Burhan
Aku tidak mau pulang. Aku mau pergi. Hahahha'Teriam Burhan sambil berjalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar